Berbagi Semangat (I): Dilanda Dilema di saat Harga Saham Nyungsep

www.pixabay.com
Berinvestasi saham melewati pengalaman panjang kadang yang penuh warna. Lalu yang menjadi pertanyaan apa saja warna-warni dalam pengalam berinvestasi saham tersebut?

Nah pada kesempatan kali ini saya akan bercerita uang tujuannya adalah berbagi pengalaman dan berbagi semangat. Cerita kali ini adalah cerita mengenai pengalaman menjadi investor saham selama sekian tahun.

Di dalam mengarungi perjalanannya investor saham tentunya tidak berjalan mulus dan lancar-lancar saja. Namun banyak tantangan,  banyak hambatan, dan banyak cobaan yang perlu untuk dilaluinya.
Pada kesempatan kali ini saya berbagi cerita mengenai tantangan dan pengalaman apa saja yang dihadapi ketika berinvestasi saham. Tantangan dan pengalaman tersebut ada yang menyenangkan dan ada yang kurang menyenangkan. Nah apa saja tantangan dan pengalaman itu? Mari kita simak satu persatu.

Uji Nyali di saat Trend Turun
Pengalaman yang paling mendebarkan adalah ketika terjadi panic market atau gejolak pasar yang berimbas pada menurunnya indeks harga saham. Kondisi itu menjadikan banyak saham yang turun termasuk saham yang saya miliki.

Ketika saham yang saya miliki turun, maka banyak godaan yang ada dalam pikiran saya. Godaan tersebut adalah apakah akan menjualnya atau membiarkannya. Jika akan menjual,  harga saham sudah terlalu dalam turunnya sehingga sama saja kita menjual dalam keadaan rugi.

Akan tetapi apabila kita biarkan harga sahamnya semakin turun dan turun. Tidak ada rebound atau kembali naik,  namun justru semakin turun. Nah, disitulah dilemanya kita apakah akan menjual dalam keadaan rugi atau kita biarkan dan harganya akan semakin nyungsep.

Akan tetapi keputusan saya adalah tetap aaya hold atau tahan saham itu dengan alasan karena fundamental perusahaan bagus dan tidak ada masalah. Saham perusahaan yang saya beli tersebut memiliki manajemen perusahaan yangs udah bagus sehingga saya tidak bergeming walau harganya semakin turun.

Justru harga yang semakin turun itu saya jadikan sebagai berkah atau peluan dengan cara membeli lagi saham itu guna menambah jumlah kepemilikan. Itu merupakan berkah karena artinya saya mendapatkan harga yang murah atau terdiskon untuk membeli saham perusahaan yang bagus manajemennya.

Nah itulah sedikit cerita mengenai dilemanya di saat harga saham yang saya beli sedang nyungsep. Sekian dulu cerita berbagi semangat dari kami. Cerita ini akan kami lanjutkan pada artikel selanjutnya,  maka dari itu ikuti terus artikel dari kami. Terimakasih atas kunjungannya. Tetap semangat, semoga sukses buat Anda, dan salam investasi!

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Seseorang untuk Berinvestasi

Mengenal Analisa Fundamental

5 Alasan kenapa Tepat untuk Berinvestasi Saham di Saat Pandemi Corona saat ini